Saturday, October 11, 2014

RIP Mama Go Blog

Yesterday,  my girl reported to me that my latest post has made her mocked by her male friends who happen to befriend me on Facebook.

For me it was a shock,  because I never intended that article to embarrass her,  or to let out her secret.  But the result is not as it is intended.

First,  he mock her because the Web address is mama go blog,  which can be read as mama goblog,  stupid mom.  And when her friend mentioned that she almost charged him.  She reply that his mom is more stupid that I did. 

Secondly,  he spread the words that she has this crush on some boy (that I wrote on my blog),  so that some boys are mocking her because of that. Even if they don't know the name of her crush (no name was mentioned in my blog).

So,  I decided  to close down my blog mama go blog to prevent further embarrassment.

I will keep writing,  but not publishing it.

Thursday, October 9, 2014

Saat Anak Gadis Beranjak Remaja ... (Sakitnya tuh di sini)

Gue udah lama gak nulis, sejak hidup mulai aktif dan banyak bepergian. Terima kasih pada pembaca yang setia menunggu tulisan gak jelas ini.

Permasalahan semua mama, adalah ketika anaknya beralih dari baby atau anak-anak yang ketergantungan kepada mamanya masih tinggi, menjadi remaja yang ketergantungan kepada mamanya lebih rendah. Ada perasaan gak rela, denial, bahwa sekarang kita bukan lagi yang terpenting dan terutama dalam kehidupan anak-anak. Ada perasaan kita berubah dari orang yang paling dicari kalau anak tidak nyaman, menjadi orang yang tahu terakhir tentang rahasia hati mereka.

(((RAHASIA HATI))) #TSAHHHH!!!

Buat gue, persoalan ini awalnya muncul perlahan. Mulai dari mereka lebih suka "belajar kelompok" di rumah teman, minta ijin ke mall sama teman-teman, nonton sama teman-teman. All of the sudden, kita cuma tempat minta duit aja, tapi gak ikut involved dalam all the fun. Sedih? Iya. Sakit? IYA...


Dan dunia gue seakan berhenti berputar saat suatu malam beberapa hari yang lalu, anak gadisku berkata: "Aku naksir cowo".... I know all this time, dia kagum dengan beberapa teman pria. Tapi mendengar sendiri, dia berani bilang, berarti hal ini sudah mengkristalisasi di hati.

Okay, bukannya gue mama egois. Tapi seperti juga semua mama:

1. Gak akan ada cowo yang good enough buat anak gadis kita

Otomatis gue kepo-kepoin dia dengan pertanyaan, apakah cowonya ganteng, pinter, dll. Dan waktu di bilang gak pinter tapi alisnya tebal. Makin nyesek hati gue. Anak gadis gue yang sharp and witty, dapet cowo bego? Oh NO!!!!!

2. Gue belum siap dia sakit hati kalau cinta gak berbalas

Gini deh, gue bukan termasuk jajaran cewe cantik di sekolah. Dan gue tau, dia juga bukan. Dan gue udah terbiasa naksir cowo (amit-amit, tapi bokap nyokap gue gak pernah tahu hal ini), dan cowo itu naksir temen-temen cewe gue yang lebih cantik, imut, dll, dlsb. Dan hati ini ngilu seperti diiris-iris... Again... I've been there, I want to protect my little girl from feeling what I have felt.




Nah... yang lebih menyedihkan lagi... she used to be one of my big fan kalo gue melakukan aksi-aksi konyol gue.... Dia selalu ketawa paling kencang, dan mengomentari ini itu. Entah karena beneran merasa gue lucu atau cuma supaya keliatan sopan dan bikin gue seneng.

Dan tadi pagi, saat gue berusaha beraksi lucu di depan dia, dia hanya melihat dengan pandangan dingin dan berkomentar: "Mommy kayak anak kecil banget sih!"....

#JLEBBBBB