Friday, September 30, 2016

Mama Go Blog Strikes Back

Udah lama banget gue gak update blog ini sejak anak gadis nangis diolok2 temen-temennya di sekolah. Nangis karena dibilang Mama Goblog.. well mereka salah sih... harusnya "Mama Go Blog: bukan "Mama Goblog"... tapi you cannot expect orang goblog untuk tau bedanya antara dua hal tersebut kan?


Well... sometimes parenting is a unique thing... dan anak-anak berkembang terus seiring dengan bertambahnya usia.

Seperti juga anak gadis sekarang lebih tenang dengan blog ini... walaupun ... tetep... foto-foto yang diupload di socmed harus sudah pre-approved... karena takut foto-foto aib tersebar (mungkin just in case suatu hari dia jadi President biar gak bisa jadi kampanye negatif).

On the other hand, gue tau, dia dan teman-teman aibnya, justru membuat alter account di socmed yang isinya aib semua... (paradox atau munafik?)

Ya, gitu deh... welcome to 2nd wave of Mama Go Blog dan selamat membaca kegoblokan keluarga ini...


Ditembak

Belakangan anak gadis gue ada tanda-tanda keanehan yang menjurus ke bau cowo.  Dia jadi sering mematut-matut diri di depan kaca.  Dua kali ke tangkap melakukan monolog di depan kaca juga.  Mengurung diri di dalam kamar dengan alasan ngantuk,  tapi saat disamperin ternyata lagi ngeLine  sama temennya.

Selain itu,  dari penampilan pun,  dia mulai memilih dan meminta beli baju yang lebih modis walaupun masih casual.  Rambut yang dihebohkan karena menurut dia,  gak panjang-panjang.  Juga sepatu casual baru (belum keturutan).

Puncak keanehan adalah kehebohan saat siswa SMA mengadakan malam pentas yang namanya Casthrophy, puncak dari rangkaian acara BHK Open House.  Acara tersebut menampilkan Raisa,  Tulus dan Souljah.

Di acara tersebut,  dia jauh-jauh hari sudah ancang-ancang untuk datang dan membeli tiket earlybird Rp.  40.000,- (harga normal on the spot Rp.  50.000,-). Dan waktu gue nanya boleh gak Mommy ikut,  jawabannya tegas dan jelas.  "Gak,  Mommy gak boleh ikut.  Aku mau sama teman-teman.  Nanti kalo ada Mommy jadi garing" #nangis *sakitnya tuh disini *

Hari H, pukul 17:00, dia udah heboh, minta segera diantar. Memang sih, di baliho raksasa tertulis Gate opens: 16:00. Tapi Raisanya itu paling cepat juga 19:00. Lah belom Tulus-nya. Mana minta dijemput jam 23:00 pula. Berarti akan 6 jam alias 360 menit dia berdiri di lapangan. Padahal dia berdiri bentar aja biasanya udah ngomel.  Tapi demi janji, gue anter juga jam segitu.

Ternyata........................................................................................................................................... Besoknya, di ask.fm dia tersebar kabar kalo dia 'jadian'. "ditembak" di acara Jumat malam tersebut. Di depan semua teman-temannya. Sambil dipeluk sama cowo itu.



Sebagai mama yang merasa anaknya masih kecil, dunia serasa runtuh......................... Apalagi bila lihat jawaban dia atas congratulations yang diucapkan teman-temannya.... dan betapa bangganya dia diberi nickname 'marmut' sama si cowo.....................................................................................................


Malam itu.... gue tidur dengan dada sesak. Mau nangis, kok... apa yang mau ditangisi.... Mau bahagia buat dia... kok gak yakin cowonya akan ini terus selamanya, atau akanlah dia disakiti atau dikecewakan? ... Benar-benar mewek ....

Tapi seperti Khalil Gibran pernah menulis:
"Ketika cinta memanggilmu, maka dekatilah ia, walaupun jalannya berliku-liku.
Ketika cinta memelukmu, maka dekapilah ia, walaupun pedang di sela-sela sayapnya melukaimu"

Occupation: Mother

Seorang wanita selalu punya status berbeda-beda dalam tiap aspek kehidupannya. Di ranah personal ebagai seorang putri, kakak/adik, kekasih, istri, ibu, menantu, mertua. Belum lagi secara peofesional, seorang karyawan, wirausaha, dst.
Ada status yang bisa berubah-ubah. Misanya hari ini staff, besok manajer, lusa direktur. Tetapi ada pula yang melekat untuk waktu lama. Salah satunya adalah menjadi seorang ibu.
Bila suatu saat kalian melihatku sebagai seorang manager, yang membawahi puluhan anak buah , dan seorang semi-wiraswasta-wati yang tangguh, ingatlah pula, aku pun berpeluh mengandung anak-anakku, menahan kantuk menyusui buah hatiku, menunduk memakaikan mereka sepatu.
Dan ingatlah, pada saat mereka sakit, akulah yang memapah mereka, menyuapi mereka, dan membereskan sisa kencing / muntah mereka.
Karena pekerjaan sebagai ibu, adalah status abadi.
Being a daughter gives me strength. Being a mom gives me courage. ~ not quite Sun Tzu