Sunday, August 22, 2021

Mimpi-mimpi

Semalam aku bermimpi, mimpi indah,  tentang anak-anak.

Di mimpiku, anak-anak masih kecil banget. Bahkan Greg masih harus digendong. 

Mereka bertiga volor coordinated putih dan krem yang begitu cemerlang. Wajah-wajah mereka berselubungkan keceriaan bagai matahari. Dan aura mereka penuh senyum dan tawa.

Mereka bertiga menunggu kita berdua pulang setiap kali pergi, dengan wajah berseri-seri. Kita adalah pusat dunia mereka. Dan aku merasa, dalam mimpi itu, aku merasa sangat bahagia. 

Kasih sayang tulus yang sederhana dari anak-anak untuk kita, mungkin tidak bisa dirasakan saat mereka beranjak remaja. Apalagi ketika mereka berangsur dewasa.

Mungkin manusia memang diciptakan untuk selalu melihat ke depan,  masa depan, moving on, going forward.  Bagi kita, anak-anak adalah masa depan itu.

Seiring mereka dewasa, mereka pun sibuk dengan masa depan mereka sendiri. Mengejar mimpi dan cita, meraih asa.  

Berharap mungkin sesekali mereka menoleh kebelakang untuk melihat kita. Kita yang sudah menjadi masa lalu. Usang dan redup. Kalah oleh daya tarik lain yang lebih gemerlap.

Yang dulu menanti, kini berbalik dinanti. Yang dulu ditunggu, kini harus menunggu.

Sampai kehidupan melaju terus, meninggalkan jejak setapak kita di pasir basah. Sebentar lenyap di sapu ombak pantai.

Cibubur, 22 Agustus 2021