Wednesday, September 10, 2014

Main bola

Cowo selalu punya attachment dengan yang namanya bola.  Entah kenapa.  Padahal mereka sudah membawa-bawa 2 bola kemana-mana by nature,  tetapi tetap mereka setengah terobsesi pada bola.
Hanya ada 1 yang bisa mengalahkan kegemaran pada bola ini,  yaitu gadget.
Saat baru pindah rumah,  gue suka ngomel ke anak-anak cowo karena mereka lebih suka berdiam di dalam rumah dan bermain game di komputer,  atau wii,  atau iPad. Alasannya,  gak ada yang kenal,  yang main kakak yang sudah besar-besar,  dan puluhan alasan lain.
Jadi kita sering mengusir mereka untuk keluar dari rumah,  agar mereka tidak terpaku pada gadget,  agar mereka punya aktifitas fisik,  dan agar mereka punya teman.
Beberapa minggu ini,  entah kesurupan apa,  Jo dan Greg mendadak suka main bola di taman depan rumah.  Dengan kakak-kakak SMP/SMA yang entah anak tetangga sebelah mana.  Lokasi tepatnya adalah lapangan tenis yang berdwifungsi sebagai lapangan futsal. Gue jadi berbahagia. Walaupun kadang Greg pulang dengan murung karena 'gak kepilih dalam tim'  karena anak yang mau main jumlahnya ganjil. Atau kemampuan bolanya nggak imbang.
Tetapi,  akibat sampingannya adalah,  cedera bola.  2 minggu lalu,  Jo jadi kiper,  mencoba menahan laju bola yg ditendang kencang oleh kakak SMA,  yg berakhir dengan nyeri otot yang kalau dikasih koyo panas kepanasan sampai kulit bebercak melepuh.
Dan kemarin sore,  Greg pulang berderai air mata,  karena tangannya terkena tendangan bola,  sampai pergelangan tangannya keple,  karena keseleo.
Woalah,  nak...

No comments:

Post a Comment