Friday, August 21, 2015

Indah pada WaktuNya

Saat anak masih kecil,  mereka cenderung individualis dan hanya nyaman dengan anggota keluarga saja. 
Masuk SMP,  menjelang remaja,  mereka mulai menjadi lebih sosialis (pardon the vocabulary),  dan lebih banyak bergaul (dan dipengaruhi)  oleh lingkungan.  Teman-temannya,  buku (dan blog) yang ia baca.  Film,  kejadian,  youtube yang ia tonton.
Selain itu,  juga ada interest,  keinginan dan ambisi,  yang mungkin berbeda dari jaman dia SD dulu.
Ada satu ambisi dari anak gadis sejak mulai kelas 7, yaitu menjadi jajaran pengurus OSIS.  Dan tahun lalu, dia gagal lolos seleksi.
Dalam kegagalannya itu,  dia tetap menjadi pengamat interaksi antar anggota organisasi. Saat ada konflik,  dia selalu membahas who did what and why and how it could've been better.
Tahun ini,  di awal kelas 8, dia sekali lagi mendaftar seleksi anggota pengurus OSIS.  Dan tahun ini,  karena seleksinya berbeda cara,  maka dia lolos seleksi.
Bila mama lain mungkin marah/kesal bila anaknya gagal seleksi sampai melabrak guru (amit-amit dah)..  Gue justru suka dengan failure dia di awal. 
Bukan berarti gue mama sadis yang suka lihat anak sendiri gagal loh ya.  Tapi gue memikirkan,  selama setahun ini,  dia dipersiapkan Tuhan untuk menjadi pemimpin.  Setahun dia dikenalkan dengan kegagalan supaya tidak tinggi hati.  Setahun dia tidak menjadi pengurus OSIS untuk mengamati secara obyektif permasalahan remaja.  Dan setahun happy gak jelas dengan teman-temannya.
Good luck ya,  Adeline.  I'm so proud of you. I love you.
22 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment